Category Operasi

Ketahui Potensi Osteoporosis dengan Tes Kepadatan Tulang

Tulang memegang peranan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Aktivitas yang biasa dilakukan menjadi terhambat, bila tulang Anda tidak cukup kuat.

Mungkin saat ini Anda meyakini bahwa tulang Anda kuat dan baik-baik saja. Namun, tahukah Anda bahwa kepadatan tulang dapat menurun? Hal tersebut dapat dibuktikan melalui tes kepadatan tulang atau bone density test.

Memahami tentang tes kepadatan tulang

Osteoporosis merupakan suatu kondisi di mana tulang Anda lebih rapuh dan mudah patah. Nah, tes kepadatan tulang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya potensi terjadi osteoporosis tersebut.

Pada dasarnya, dalam tes ini dilakukan pengukuran jumlah kalsium dan mineral lainnya di dalam tulang. Tulang belakang, tulang panggul, dan tulang pada pergelangan tangan, merupakan beberapa titik penting untuk dijadikan fokus pemeriksaan ini. Pemeriksaannya sendiri memanfaatkan sinar-X.

Tes kepadatan tulang ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi turunya kepadatan tulang, sebelum terjadi patah tulang. Artinya, tindakan ini dapat mengidentifikasi adanya risiko patah tulang.

Prosedur ini juga tentu dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis osteoporosis. Sekaligus mengevaluasi efektivitas terapinya. Osteoporosis sendiri lebih sering ditemukan pada wanita, meski tidak menutup kemungkinan dapat menyerang pria.

Biasanya, dokter akan menyarankan tes kepadatan tulang bila Anda mengalami penurunan tinggi badan hingga 4 cm. Sebab hal tersebut merupakan tanda adanya patah kompresi di tulang belakang.

Tes kepadatan tulang juga akan disarankan kepada Anda yang mengalami patah tulang akibat batuk atau bersin, mengonsumsi obat dengan efek samping terganggunya pembentukan tulang, mengalami nyeri punggung tanpa sebab yang jelas, menjalani transplantasi organ, dan memiliki riwayat penyakit ginjal kronis.

Terkait dengan usia, biasanya tes kepadatan tulang juga dibutuhkan. Misal, bila Anda adalah wanita yang berusia lebih dari 65 tahun, dokter dapat menyarankan pemeriksaan ini. Atau meski usia Anda masih di bawah 65 tahun, bila memiliki risiko patah tulang yang tinggi, mungkin dokter akan tetap merekomendasikan tes kepadatan tulang.

Begitu juga pada kondisi adanya perubahan hormon karena menopause atau terapi penyakit kanker, tes kepadatan tulang juga akan direkomendasikan.

Lebih jauh terkait prosedur tes kepadatan tulang

Tes kepadatan tulang lebih sering dilakukan pada tulang yang dianggap rentan patah, akibat osteoporosis, antara lain tulang belakang bagian bawah, tulang paha di daerah persendian panggul, serta tulang-tulang di atas persendian tangan. Tes ini membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama, antara 10-30 menit, dan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1. Central Dual Energy-Xray Absorptiometry

Metode ini biasanya dilakukan untuk mengukur kepadatan tulang belakang dan tulang panggul.

Pasien akan diminta untuk berbaring di ranjang khusus, lalu alat radiasi akan dilewatkan pada tubuhnya. Kadar radiasi yang diterima dalam prosedur ini lebih rendah dibandingkan dengan sinar-X untuk rontgen dada.

2. Peripheral Dual Energy-Xray Absorptiometry

Dari sisi biaya, tes kepadatan tulang yang satu ini relatif lebih ekonomis. Dapat dilakukan di berbagai tempat dengan alat portable.

Biasanya pemeriksaan ini dilakukan untuk skrining osteoporosis. Adapun bagian tulang yang diperiksa, di antaranya pergelangan tangan, tumit kaki, dan jari-jari.

Kepadatan tulang Anda akan dianggap normal bila dari pemeriksaan tersebut diperoleh hasil antara 1 sampai 1. Antara -1 sampai -2,5 berarti massa tulang rendah, sementara di bawah -2,5 sudah digolongkan sebagai kondisi osteoporosis.

Secara umum, tidak ada persiapan khusus untuk menjalani tes kepadatan tulang ini. Namun, tidak ada salahnya bila Anda berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter, sebelum menjalani tes ini.

Read More