Category Kesehatan Mental

Mengapa Harus Membangun Sikap Vulnerable dalam Hubungan?

Mengapa Harus Membangun Sikap Vulnerable dalam Hubungan?

Sikap vulnerable sering disalahartikan oleh banyak orang. Memang, vulnerable jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah kerentanan. Namun, maknanya bukanlah kerentanan yang merujuk pada sisi negatif, melainkan saling jujur dengan diri sendiri dan terbuka dengan pasangan, sehingga memberikan banyak manfaat positif. 

Kita semua pasti setuju bahwa tidak ada orang yang ingin disakiti atau merasa dirinya lemah, terutama di depan orang yang mereka cintai. Faktanya, sikap vulnerable bukan menunjukkan kelemahan diri Anda sama sekali, tetapi justru sesuatu yang akan memperkuat hubungan Anda dengan pasangan. Meskipun tidak mudah membangun sikap vulnerable, tetapi Anda harus memahami betapa pentingnya sikap ini dalam menjalin sebuah hubungan.

Alasan pentingnya sikap vulnerable dalam hubungan

Seorang terkemuka dari Amerika, Brené Brown, telah membahas tentang pentingnya merasa vulnerable terhadap diri sendiri dan orang-orang secara keseluruhan. Inilah alasan kenapa Anda harus membangun sikap vulnerable dalam hubungan.

  1. Membuat hidup terus maju.

Rasa takut dan khawatir sering kali membuat orang tidak nyaman untuk mengambil langkah selanjutnya dalam hidup. Ini adalah hal yang wajar dan tidak apa-apa jika Anda merasakannya. Namun, yang tidak baik adalah membiarkan rasa takut tersebut menghentikan Anda untuk terus maju. 

Inilah pentingnya merasa vulnerable terhadap diri sendiri dan juga pasangan. Seseorang perlu memperluas zona nyamannya, sehingga mampu mengambil langkah selanjutnya dalam hidup tanpa rasa takut. 

  1. Selalu memiliki tujuan.

Jika Anda memiliki sikap vulnerable di dalam hidup, Anda tidak akan takut akan hal-hal yang tidak diketahui bagaimana hasilnya. Anda akan terus berusaha belajar dan melakukan semua yang Anda bisa, bukan melakukan apa yang orang lain inginkan dari Anda. 

Dalam sebuah hubungan, ini sangatlah penting. Benar-benar menjadi diri sendiri di depan pasangan, bukan demi menyenangkan perasaan dan menjadi apa yang pasangan mau. Bukankah mencintai itu harus bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing? Dengan mengakui kekurangan masing-masing, sebuah hubungan yang terjalin akan selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai dan terus berkembang setiap hari.

  1. Saling terbuka dengan pasangan.

Orang yang memiliki sikap vulnerable cenderung bisa terbuka tentang kehidupannya dengan pasangannya. Hubungan yang dilandasi dengan kejujuran selalu lebih baik daripada semuanya dimulai dengan kebohongan. Ini bisa menumbuhkan rasa saling menghormati akan kebutuhan dan keinginan masing-masing. 

Namun, untuk bisa jujur dan terbuka dengan pasangan, mulailah untuk jujur dan terbuka pada diri Anda sendiri. Cobalah perlahan mengenal, memahami, dan menghargai apapun yang ada di dalam diri Anda. Jangan anggap kekurangan atau kelemahan Anda adalah sesuatu yang memalukan, melainkan batu loncatan untuk menemukan siapa diri Anda yang sebenarnya. Diri Anda inilah yang seharusnya benar-benar dikenal oleh pasangan Anda.

  1. Mengubah ketidaknyamanan menjadi nyaman.

Sadarkah Anda? Bersikap vulnerable akan membuat rasa tidak nyaman menjadi nyaman. Semakin Anda merasa vulnerable, Anda akan semakin merasa nyaman terhadap diri sendiri. Awalnya mungkin memang tidak nyaman, lama-kelamaan perasaan tersebut akan memberikan rasa nyaman yang mungkin tidak disadari. Anda tidak lagi merasa takut, sedih, kecewa, khawatir, dan bersikap seolah-olah Anda bisa, padahal hal itu diluar dari kendali Anda.  

Begitu pula dalam sebuah hubungan, menjalin hubungan di mana Anda dan pasangan tidak saling jujur dan terbuka, yang ada hanya ketidaknyamanan saja. Bayangkan, apa perlu setiap hari Anda harus melakukan apa yang bukan menjadi diri Anda sendiri demi membahagiakan pasangan saja? Hubungan yang seperti ini hanya akan menjadi hubungan yang tidak sehat, dan berisiko putus hubungan. 

Jadi, inilah pentingnya membangun sikap vulnerable dalam sebuah hubungan. Meskipun tidak mudah, bangunlah sikap ini secara perlahan dan dalam waktu yang tepat. Pastikan, Anda dan pasangan benar-benar memiliki waktu dan tidak ada hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian ketika membicarakannya.

Read More

Cek Kondisi yang Membuat Cowok Setia Terbentuk

cowok setia

Memiliki cowok setia sebagai pasangan tentunya sangat membahagiakan dan diidamkan oleh semua orang. Dengan kesetiaan yang dimiliki, ia bisa menjadikan Anda prioritas dan membuat hidup Anda lepas dari kekhawatiran. Tidak heran jika akhirnya label setia menjadi salah satu syarat banyak orang dalam mencari pasangannya.

Pasangan yang setia tidak hanya menjanjikan Anda bahwa ia tidak akan berselingkuh. Banyak sisi positif lain dari cowok setia yang membuat hubungan dengan pasangan kian harmonis, mulai dari sayangnya yang konsisten terhadap Anda, selalu mengusahakan yang terbaik untuk Anda, juga kerap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik bagi orang yang disayanginya.

Namun, mungkin Anda akan sedikit bingung untuk menentukan calon atau pasangan Anda benar-benar setia atau tidak. Salah satu hal yang bisa Anda selidiki apakah cowok Anda benar-benar setia atau tidak adalah dengan mengecek kondisi yang membentuk pribadinya. Berikut ini adalah beberapa kondisi di mana biasanya pria-pria akan terbentuk menjadi pribadi yang setia.

Keluarga yang Harmonis

Kondisi keluarga sangat memengaruhi pembentukan watak seseorang, termasuk soal sikapnya yang setia atau tidak. Laki-laki yang berasal dari keluarga yang memiliki banyak masalah soal kepercayaan dan pengkhianatan cenderung akan memandang kesetiaan adalah suatu kesia-siaan.

Sebaliknya ketika ia berasal dari keluarga yang harmonis, ia cenderung akan lebih menghargai bentuk suatu hubungan, termasuk hubungannya dengan Anda. Sifat setia pada pria yang lahir dan besar di keluarga harmonis akan lebih mudah terbentuk.

Memiliki Saudara Perempuan

Coba cek apakah calon atau pasanganmu memiliki saudara perempuan atau tidak? Pasalnya, ada tidaknya saudara perempuan yang dimiliki seorang cowok akan sangat memengaruhi sikapnya terhadap pasangan.

Cowok setia rata-rata banyak yang memiliki saudara perempuan. Adanya saudara perempuan secara tidak langsung membentuk pribadi laki-laki yang tidak ingin menyakiti perempuan dan selalu menjaganya. Ia terbiasa berusaha agar saudara perempuannya tidak disakiti oleh pria lain. Usaha tersebut pun akan dikerahkannya ketika Anda menjadi pasangannya, yakni tidak akan membiarkan Anda sakit karena dia.

Berada di Lingkungan Terbuka

Cowok setia umumnya memiliki lingkungan keluarga maupun pertemanan sehat yang bisa berkomunikasi secara bebas. Lingkungannya menyediakan area terbuka untuk ia mengungkapkan segala sesuatu. Sikap yang terbuka ini akhirnya akan berimbas ke kepribadiannya.

Dengan sikap yang terbuka, ia akan selalu mengutarakan perasaan yang sebenarnya. Tidak ada keinginan pula untuk menutup-nutupi sesuatu, apalagi kepada pasangan yang dikasihinya. Maka ketika ada masalah dengan Anda, ia juga akan terbuka untuk menyelesaikannya, tanpa mencoba mengalihkan masalahnya dengan pelampiasan kesenangan lain.

Terlatih Percaya Diri

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa salah satu penyebab laki-laki memutuskan berselingkuh karena adanya rasa tidak percaya diri terhadap pasangannya. Rasa tidak percaya diri yang timbul banyak yang bermula dari tidak seimbangnya penghasilan antara ia dan pasangan.

Karena itu jika ingin mencari cowok setia, carilah pria yang memang sudah terlatih percaya diri. Rasa percaya diri yang ia miliki akan mampu mencegahnya mengkhianati Anda ketika ada masalah. Rasa percaya diri justru akan memecutnya untuk menjadi pribadi yang baik, yang bisa sejajar dengan Anda.

Tidak Miliki Teman Peselingkuh

Lingkungan yang membentuk cowok setia tidak hanya berasal dari keluarga. Lingkungan pertemanan nyataya juga sangat berpengaruh terhadap kepribadian pria. Jika dalam lingkungan pertemanannya banyak yang berselingkuh, rasa untuk coba-coba mengikuti kondisi perselingkuhan tersebut sangat mungkin hadir.

Cobalah cek lingkungan pertemanannya untuk mengecek  kesetiaan pasangan Anda. Jika memang belum menjadi pasangan, pastikan bahwa calon Anda bergaul dengan teman-teman yang setia agar pribadinya ikut menjadi pribadi yang setia.

***

Dari berbagai kondisi di atas, dari kondisi manakah pasangan Anda berasal? Jika Anda kulik, ada banyak kondisi di atas yang relevan dengan kondisi cowok setia yang kini tengah mendampingi hidup Anda.

Read More

Olahraga Bela Diri untuk Kesehatan Mental

olahraga bela diri untuk kesehatan mental

Menurut para ahli kesehatan, seni bela diri memiliki sejumlah manfaat kesehatan mental. Bela diri bukan hanya tentang pelatihan fisik tetapi juga bisa menjadi obat bagi kondisi emosional kita.

Seni bela diri menciptakan berbagai jenis pola pikir yang lebih seimbang dan stabil. Banyak orang mungkin hanya menganggapnya sebagai metode pertahanan diri. Namun bela diri ternyata sangat efektif sebagai teknik untuk menyeimbangkan pikiran dan tubuh kita. Jadi, mengapa seni bela diri sangat membantu kesehatan mental? Jika Anda ingin tahu bagaimana seni bela diri dapat memberi Anda pikiran yang sehat bersama dengan tubuh yang kuat, simak uraiannya berikut ini!

Membantu Kurangi Tingkat Stres

Jadwal sehari-hari yang Anda hadapi memang tidak akan ada hentinya memberikan tekanan. Tingkat stres yang parah bisa menjadi penyebab munculnya penyakit jantung. Menyeimbangkan tubuh dengan latihan seni bela diri bisa membantu menyehatkan kardio Anda. Sebagian besar latihan bela dir melibatkan meditasi dan latihan pernapasan yang berkontribusi banyak mengurangi stres.

Membantu Meluapkan Amarah

Bersamaan dengan stres yang muncul, amarah juga menjadi reaksi dari kita saat berhadapan dengan hal-hal yang tidak diharapkan.Karena melibatkan gerakan-gerakan aerobik yang berat, bela diri bisa membantu Anda meluapkan amarah. Beberapa riset berhasil membuktikan bahwa latihan bela diri bisa mengatasi masalah yang muncul berkaitan dengan amarah. Bela diri bisa membantu Anda menjernihkan pikiran. Meditasi dan latihan pernapasan akan melatih kita untuk lebih tenang dalam berpikir.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Menurut Asosiasi Kecemasan dan Depresi Amerika, gangguan kecemasan adalah penyakit mental yang paling umum di AS, yang memengaruhi 40 juta orang dewasa di Amerika Serikat yang berusia 18 tahun ke atas, atau 18,1% dari populasi setiap tahun. Ketika Anda merasa kurang percaya diri, seni bela diri dapat menaikkan tingkat kepercayaan diri. Kepercayaan diri yang rendah adalah akar banyak masalah dalam kehidupan sosial Anda dan ini harus diperangi.

Mengurangi Rasa Frustasi

Meskipun kita sudah berusaha keras, adakalanya kegagalan tetap menghampiri. Suka atau tidak, ada banyak masalah seperti tanggung jawab, deadlinehingga komitmen yang membuat Anda merasa dikejar-kejar dan frustasi. Sesi pelatihan seni bela diri tradisional adalah kombinasi dari latihan otot dan pelatihan kardio. Jadi secara fisik, seni bela diri adalah cara yang bagus untuk mengurangi frustrasi Anda dan membuat Anda rileks.

Membantu Anda Lebih Fokus dan Mengintrospeksi Diri

Latihan bela diri bisa membantu Anda memerangi segala pikiran buruk di dalam kepala, termasuk membuat Anda merenungkan banyak hal dalam keseharian. Gangguan-gangguan yang berasal dari luar pun bisa dieliminasi untuk membantu Anda lebih fokus dalam segala aktivitas.

Menghasilkan Hormon Baik

Aktivitas apapun yang melibatkan gerakan fisik akan membuat tubuh mengeluarkan hormon baik seperti endorfin. Endordin akan membantu kondisi emosional Anda menjadi lebih baik dan meningkatkan energi positif di dalam diri.

Dengan sedemikian banyak manfaat termasuk untuk kesehatan mental, bela diri adalah pilihan olahraga yang layak Anda coba.

Read More

Kumpul Keluarga Besar tapi Malas Bersosialisasi? Ini 5 Cara Mudah Mengatasinya

cara bersosialisasi

Liburan adalah waktu yang tepat untuk kumpul keluarga besar dan melepas rindu. Sayangnya, kita tidak selalu cocok dengan semua anggota keluarga yang memiliki beragam karakter. Pasti ada satu dua orang yang menyebalkan sehingga membuat kita malas bersosialisasi.

Lalu, bagaimana caranya agar Anda tetap bisa menikmati liburan meski harus berhadapan dengan anggota keluarga yang menyebalkan?

1. Lakukan Persiapan Sebelum Kumpul Keluarga Besar

Lebih baik menyiapkan diri untuk bertemu ketimbang berharap mereka berubah. Jika memang tidak ada perubahan karakter menjadi lebih baik, sebaiknya Anda mulai memikirkan saja hal-hal positif dari anggota keluarga tersebut (meskipun hanya sedikit). Dengan bersikap positif, Anda akan lebih toleran terhadap sikap yang menjengkelkan.

2. Pikirkan waktu yang tepat untuk bercengkrama

Jika Anda dan dia suka memasak, ini saatnya melakukan percakapan di sela-sela kegiatan favorit Anda berdua.

3. Tunjukkan ketertarikan terhadap topik pembicaraan

Salah satu cara agar percakapan berlanjut adalah dengan memiliki rasa ingin tahu terhadap topik yang sedang dibicarakan. Jangan terburu-buru memutus pembicaraan hanya karena Anda tidak menyukai orangnya. Siapa tahu, Anda bisa mendapatkan pengetahuan dari percakapan tersebut.

4. Fokus pada lawan bicara

Jika memang Anda benar-benar tidak tertarik topik yang sedang dibahas, Anda bisa mengalihkan pembicaraan dengan bertanya tentang kejadian yang baru saja dialami atau rencana yang akan ia lakukan. Misalnya, “Oiya, Tante Merry bilang kamu mau pindah Jakarta minggu depan, ya? Rencana tinggal dimana?” Dengan memberi pertanyaan lain, topik baru pun muncul.

5. Menyediakan waktu untuk berbicara lebih serius

Tinggal di tempat yang saling berjauhan membuat waktu liburan menjadi sangat berharga untuk dijadikan ajang kumpul keluarga besar. Selain itu, kumpul keluarga menjadi waktu yang tepat untuk meluruskan perselisihan atau kesalahpahaman ketika Anda dan anggota keluarga tidak berkomunikasi tatap muka.

Anda bisa memulai dengan memberi kabar kepada yang bersangkutan bahwa Anda ingin berbicara empat mata dan menyelesaikan permasalahan yang lalu.

Carilah waktu yang tepat agar tidak terganggu oleh anggota keluarga lain. Jika Anda memang bersalah, mintalah maaf dengan tulus dan jangan memakai nada tinggi saat berbicara karena bisa memancing emosi. Lebih baik tidak menyalahkan satu sama lain namun memakai kalimat yang lebih halus, misalnya, “Saya kecewa karena kamu memberitahukan kepada anggota keluarga lain kalau saya dipecat dari pekerjaan.”

Dengarkan penjelasan dari lawan bicara Anda karena bisa saja ia melakukan hal itu tanpa disengaja. Perlu diingat bahwa tujuan Anda berbicara empat mata adalah untuk membuat segala sesuatunya menjadi normal dan rukun kembali. Jangan sampai pembicaraan tersebut malah berujung pertengkaran hebat. Selalu fokus pada tujuan tersebut.

Ingat! Jangan malas bersosialisasi dan tetap ceria

Saat kumpul keluarga seharusnya menjadi saat yang menyenangkan. Jadikan suasana liburan kali ini ceria dengan persiapan dan penuh kesadaran bahwa setiap manusia dilahirkan dengan karakter yang berbeda-beda.

Selamat liburan!

Read More