Pentingnya Penggunaan Obat Rasional Bagi Kesehatan

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap obat sehingga penggunaan obat rasional menjadi penting. Obat rasional adalah istilah untuk menjelaskan pemanfaatan obat sesuai fungsinya secara maksimal berdasarkan kebutuhan klinis dan dosisnya. Obat rasional menurut World Health Organization (WHO) sebaiknya diterapkan pada seluruh pasien di dunia. Pemberian obat disebut rasional jika sesuai dengan kondisi medis sehingga periode dan dosisnya disesuaikan serta pasien telah menyetujui pilihan pengobatan tersebut.

Indikator penggunaan obat rasional

Indikator tertentu menjadi pertimbangan dokter untuk memberikan takaran sehingga obat menjadi rasional. Untuk itu, sebaiknya Anda mengetahui indikator penggunaan obat rasional yang biasanya diterapkan oleh dokter. Terdapat beberapa indikator penggunaan obat rasional seperti berikut ini.

  • Sesuai dengan diagnosis penyakitnya

Indikator penggunaan obat rasional salah satunya adalah sesuai dengan diagnosis penyakitnya. Hal tersebut bertujuan agar pilihan obat yang diberikan merupakan yang terbaik dari segala sisi. Selain itu, pemberian obat sesuai diagnosis penyakit dapat membuat penyembuhan lebih cepat.

  • Durasi dan dosis pemberian obat

Durasi dan dosis pemberian obat juga harus disesuaikan sebagai salah satu indikator penggunaan obat rasional. Dosis obat akan diberikan setelah dilakukan perhitungan dosis sesuai dengan jenis penyakitnya sehingga tidak terjadi overdosis. Durasi pemberian obat juga harus disesuaikan sehingga tidak menyebabkan efek samping berlebihan.

  • Harga obat

Penting untuk selalu menanyakan harga obat yang diresepkan. Jika harga obat terlalu mahal dari tarif normal jenis obat tersebut, maka itu bisa menjadi obat yang tidak rasional. Anda juga bisa meminta obat generic terlebih dahulu jika memungkinkan, sebab harganya lebih murah dibandingkan obat nongeneric.

  • Sesuai dengan kondisi pasien

Penggunaan obat secara rasional ditinjau dari indikator kesesuaiannya dengan kondisi pasien. Pemberian obat akan berbeda tergantung kondisi tubuh, alergi yang dimiliki, dan usia tertentu. Obat tidak rasional apabila khusus dewasa namun diberikan pada anak-anak.

Contoh penggunaan obat tidak rasional

Meski telah ada indikator untuk penggunaan obat rasional, masih sering terjadi penggunaan obat yang tidak rasional. Terdapat beberapa contoh penggunaan obat tidak rasional untuk pasien.

  • Efek samping terlalu besar

Jika Anda mendapat obat dengan efek samping yang terlalu besar, berarti pemberian obat tersebut tidaklah aman. Jika manfaat obat tersebut sedikit saja, sehingga efek sampingnya malah lebih besar, berarti Anda menggunakan obat tidak rasional. Contohnya adalah penggunaan steroid anabolik guna menambah selera makan.

  • Terlalu banyak dan berlebihan

Jika obat yang diberikan terlalu banyak, maka hal tersebut merupakan penggunaan obat tidak rasional. Rekomendasi dari WHO untuk pemberian obat pada pasien hanya 2-3 jenis obat untuk satu jens penyakit. Contohnya pada kasus penderita infeksi pernapasan. Obat yang perlu diberikan cukup untuk mengatasi masalah utama. Ketika dokter memberi obat tambahan berupa antibiotik, vitamin, dan obat batuk, maka hal itulah yang disebut terlalu banyak. Selain itu, penggunaan berlebihan juga menejadi contoh penggunaan obat tidak rasional. Contohnya, Anda meminum pereda nyeri terlalu sering sebab berpikir dapat segera mengatasi rasa nyeri yang muncul. Hal ini dapat berefek buruk bagi tubuh dan menjadi tidak efektif.

  • Resep yang kurang tepat

Penggunaan obat tidak rasional dapat terjadi ketika resep yang diberikan kurang tepat. Pada kasus tertentu, obat yang diberikan tidak salah hanya kurang tepat saja. Misalnya seseorang mengalami diare dan baru berlangsung sebentar saja. Dokter sebaiknya menganjurkan untuk minum oralit terlebih dahulu. Ketika dokter langsung memberikan obat antidiare atau antimikroba, maka hal itu menjadi kurang tepat. Pemberian obat seharusnya bertahap sesuai keparahan penyakit serta memilih obat dengan efek samping paling sedikit terlebih dahulu. Selain itu, pasien juga dapat menggunakan obat tidak rasional karena kesalahan sendiri. Misalnya, menghentikan penggunaan antibiotik tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebab merasa sudah sembuh.

                Obat rasional sangat penting bagi kesehatan, sebab pemberian obat berlebihan tidak dapat membantu mempercepat penyembuhan suatu penyakit. Bahkan, pemberian obat secara tidak rasional dapat menimbulkan efek samping tertentu. Untuk itulah sebaiknya Anda memahami panduan penggunaan obat rasional. Konsultasikan pada dokter mengenai kondisi Anda secara rinci guna menghindari penggunaan obat berlebihan dan tidak rasional.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>