Pikir Ulang Sebelum Mengenakan, Ini Dampak Buruk Pakaian Ketat bagi Kesehatan

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang kerap kali mengenakan pakaian ketat? Memang, siapa saja dapat mengenakan apa pun yang diinginkan, termasuk mengenakan pakaian ketat.

Namun, tanpa Anda sadari, pakaian ketat, baik itu pakaian dalam, dasi, kaus, atau celana, yang dikenakan dalam jangka waktu yang panjang, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain itu, pakaian ketat juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Tidak percaya? Simak faktanya berikut ini.

Dampak buruk kenakan pakaian ketat bagi kesehatan

Informasi berikut mencakup kemungkinan atau risiko kesehatan yang mungkin Anda alami, jika terus menerus mengenakan pakaian ketat.

  • Memicu jamur dan infeksi saluran kemih

Khususnya ketika mengenakan celana dalam yang terlalu ketat, kondisi ini dapat memicu tumbuhnya jamur dan infeksi di sekitar area kemaluan. Penggunaan celana dalam yang ketat dapat meningkatkan temperatur dan kelembapan di sekitar area kemaluan. Maka dari itu, pertumbuhan organisme, seperti bakteri dan jamur, dapat tumbuh subur.

  • Risiko mengalami gangguan saraf

Penggunaan pakaian ketat, khususnya korset dan stoking dapat meningkatkan risiko gangguan saraf di sekitar area paha atas atau pada bagian bawah perut. Meralgia parasthetica, merupakan salah satu gangguan saraf yang umumnya terjadi di sekitar area paha. Kondisi ini dapat menyebabkan paha terasa nyeri ketika disentuh dan sensasi seperti terbakar.

  • GERD (gastroesophageal reflux disease)

Pakaian ketat yang dikenakan pada area perut, seperti ikat pinggang, celana, bahkan kemeja, dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit GERD. Umumnya, GERD akan muncul setelah orang tersebut makan dalam jumlah yang cukup banyak. Pakaian ketat memberikan tekanan ekstra di sekitar area perut hingga menekan lambung.

Lambung yang tertekan dapat memicu asam lambung naik ke kerongkongan. GERD itu sendiri merujuk pada kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Gejala umumnya ditandai dengan adanya sensasi terbakar pada area dada.

  • Risiko gangguan aliran darah

Penggunaan pakaian ketat, terutama stoking atau celana, dapat menghambat aliran darah di sekitar area paha. Pasalnya, otot di sekitar area tersebut mendapatkan tekanan secara berlebihan, sehingga aliran darah menjadi tersumbat. Akhirnya, kondisi ini memicu mati rasa di sekitar area paha.

Tidak hanya di area paha, aliran darah di sekitar leher juga dapat tersumbat akibat pemakaian dasi yang kekat. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan memicu komplikasi kesehatan lain, seperti penyakit stroke.

  • Menimbulkan rasa pegal

Terutama ketika mengenakan pakaian dalam, seperti bra atau beha, otot di sekitar punggung rawan mengalami rasa nyeri. Di samping itu, bra yang terlalu ketat juga dapat memperburuk postur tubuh menjadi lebih bungkuk.

Sementara itu, tali bra yang diikat terlalu ketat juga dapat meninggalkan bekas garis lekukan pada bahu dan lingkaran bawah payudara. Dalam kasus tertentu, tali bra ini dapat menyebabkan iritasi kulit.

  • Mengganggu kesuburan

Dikatakan bahwa seorang laki-laki yang mengenakan celana ketat berisiko memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Walaupun begitu, asumsi ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa pernyataan tersebut sepenuhnya salah. Pasalnya, testis memiliki sifat yang sensitif terhadap temperatur. Penggunaan celana ketat ini dapat meningkatkan temperatur, sehingga mampu mengganggu proses produksi sperma.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>