bahaya merokok tagged posts

Mengusut Tar dan Nikotin dalam Rokok Kretek

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa rokok kretek merupakan salah satu produk yang memiliki konsumen paling banyak di Indonesia. Rokok seakan tak bisa dilepaskan dari aspek sosial dan kebudayaan masyarakat kita. Atas dasar popularitasnya itu tidak aneh rasanya jika rokok masih mempertahankan predikat sebagai pendapatan terbesar negara ini.

Namun pada kenyataannya, asap rokok tak “seharum” itu. Banyak sekali narasi yang menyebut bahwa rokok menyimpan sesuatu yang membahayakan di dalam kandungannya. Kalangan awam menyebut bahwa nikotin dan tar adalah kandungan berbahaya tersebut.

  • Nikotin

Sebagian besar orang akan menuding nikotin dalam rokok kretek yang menyebabkan berbagai macam risiko penyakit mendatangi para perokok. Akan tetapi, nyatanya itu hanyalah sebuah persepsi yang salah.

Tim peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia menyebut bahwa nikotin bukanlah pemicu dari beragam penyakit yang terpampang jelas di kemasan rokok. Nikotin hanya berperan sebagai pemicu kecanduan.

Apa yang diungkapkan oleh YLKI diperkuat oleh penelitian Jonathan Foulds dari Penn State University College of Medicine juga menyebutkan perokok yang beralih ke vape lebih mudah meredam kecanduannya, dibanding saat mereka merokok secara konvensional. Sebab, takaran nikotin dalam vape lebih rendah dibanding rokok kretek.

Secara kimiawi, nikotin merupakan senyawa organik kelompok alkaloid. Ia dihasilkan secara alami dari berbagai macam tumbuhan, seperti suku terung-terungan (Solanaceae), tembakau, tomat, dan kafein. Senyawa alkaloid tersebut memiliki efek candu dan bersifat stimulan ringan. Pada tubuh yang sehat, nikotin bahkan tak memiliki efek yang signifikan.

Sebagai stimulan, nikotin dapat meningkatkan mekanisme tubuh, terutama yang berkaitan kewaspadaan dan pemrosesan isyarat, ketajaman memori, konsentrasi, dan perhatian dalam jangka pendek. Reseptor nikotin mengatur sistem reseptor lain, sehingga efeknya bervariasi sesuai dengan suasana hati seseorang.

Ketika nikotin berikatan dengan reseptor di otak, ia akan melepaskan dopamin yang memainkan peran penting dalam modulasi perhatian, konsentrasi, nafsu makan, dan gerakan. Efek dopamin juga terbukti dapat meringankan penyakit parkinson dan alzheimer. Kondisi ini menjelaskan alasan orang menjadi lebih rileks atau gembira ketika merokok. Namun, bukan berarti rokok secara keseluruhan baik untuk meredakan stres. Tanpa rokok, nikotin dapat ditemukan dalam kandungan beberapa tumbuhan.

  • Tar

Kandungan tar dalam sebatang rokok kretek inilah yang menjadi penyebab berbagai macam masalah kesehatan. Tar, seperti dicatat National Cancer Institute Amerika Serikat, merupakan zat kimia yang dihasilkan saat tembakau dibakar. Ia mengandung sebagian besar penyebab kanker dan bahan kimia berbahaya lainnya dalam asap tembakau.

Ketika asap rokok dihirup, tar dapat membentuk lapisan lengket di bagian dalam paru-paru. Kondisi tersebut dapat merusak paru-paru, menyebabkan kanker, emfisema, atau masalah paru-paru lainnya. Menghirup asap tembakau juga menyebabkan jenis kanker lain, termasuk kanker mulut dan tenggorokan.

Ada banyak studi serta penelitian ilmiah yang mengungkap bahaya dari tar ini. Public Health England (PHE), sebuah badan kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan Inggris Raya, melakukan penelitian pada 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan dapat menurunkan risiko kesehatan hingga 95 persen.

Ada lagi sebuah studi dari Georgetown University Medical Center Amerika Serikat yang diterbitkan dalam jurnal Tobacco Control. Penelitian itu mengungkapkan ketika perokok beralih ke produk tembakau alternatif, sebanyak 6,6 juta orang di Amerika Serikat terhindar dari kematian dini.

Sebenarnya, rokok kretek atau dalam hal ini tembakau, tidak akan membahayakan tubuh selama tidak dibakar. Namun, bukan berarti beralih ke produk tembakau tanpa pembakaran aman dari risiko kesehatan.

Selain itu, dalam sebatang rokok kretek tidak hanya terdapat nikotin dan tar. Ada sekitar 6000 bahan kimia lain yang terdapat pada asap rokok, mulai dari karbon monoksida hingga nitrogen oksida. Hal ini menjadikan sulit untuk mengetahui komponen mana yang paling menimbulkan risiko kesehatan.

Read More

Bahaya Perokok Pasif

Perokok pasif memiliki peluang yang besar untuk terkena dampak negatif dari kegiatan merokok.

Perokok pasif adalah individu yang menghirup asap tembakau atau rokok orang lain. Meskipun tidak bukan perokok, non-perokok memiliki resiko terkena kanker paru-paru dan juga dapat meningkatkan resiko kanker lain termasuk laring (kotak suara) dan faring (tenggorokan atas).

Selain itu, dampak lainnya asap rokok pada perokok pasif termasuk meningkatkan resiko  penyakit pernapasan pada anak-anak, termasuk asma, bronkitis, dan pneumonia.

Asap rokok yang berada di dalam ruangan cenderung menggantung di udara. Berbeda dengan asap dari panas, asap rokok mendingin dengan cepat, sehingga membuatnya berhenti naik ke atas. Dikarenakan asap lebih berat daripada udara, asap tersebut akan bergerak turun.

Lalu jika Anda merokok di dalam ruangan, artinya Anda akan menciptakan awan asap rendah yang akan dihirup oleh orang di sekitar Anda dan secara tidak langsung menjadikan mereka sebagai perokok pasif.

Asap tembakau atau rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia, yang terdiri dari partikel dan gas, fan dari 70 di antaranya diketahui dapat menyebabkan kanker. Perokok pasif telah dikonfirmasi sebagai penyebab kanker paru-paru pada manusia oleh beberapa otoritas kesehatan terkemuka.

Satu-satunya cara Anda untuk melindungi teman dan keluarga Anda sebagai perokok pasif adalah dengan menjaga lingkungan di sekitar mereka bebas dari asap rokok.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah berhenti merokok, namun jika Anda tidak siap untuk berhenti, usahakan untuk menjauhkan asap rokok dari orang lain dan jangan pernah merokok di dalam ruangan atau di dalam mobil.

Kebanyakan asap rokok tidak terlihat dan tidak berbau, jadi seberapa hati-hatinya pun Anda merokok, pikirkanlah orang-orang di sekitar Anda yang akan menghirup racun berbahaya.

Asap rokok sendiri dapat bertahan di udara selama 2 hingga 3 jam setelah Anda selesai merokok, bahkan dengan jendela atau pintu terbuka. Bahkan jika Anda membatasi dengan merokok di satu ruangan saja, asap rokok akan tetap menyebar ke seluruh ruangan lain di mana orang akan menghirupnya.

Ingat, perokok pasif juga memiliki resiko kesehatan yang sangat tinggi. Sehingga Anda harus berhati-hati jika merokok di lingkungan umum.

Read More