COVID-19 tagged posts

Menjalani New Normal, Apa yang Perlu Diketahui?

Menerapkan new normal adalah cara baru untuk memulai hidup dengan adanya pandemi Covid-19. Namun, bukan berarti orang-orang bisa beraktivitas seenaknya di luar rumah

Sekitar dua bulan yang lalu, virus Corona atau Covid-19 melanda Indonesia dan jumlah kasusnya terus bertambah setiap hari. Oleh karena itu, PSBB telah diberlakukan. Meskipun demikian, orang-orang tetap bisa bekerja di luar rumah, karena sejumlah sektor diizinkan untuk beroperasi demi memulihkan ekonomi. Mereka pun harus menjalani kehidupan yang baru, atau yang disebut sebagai “new normal” dimana aturan masih diberlakukan seperti menggunakan masker ketika datang ke sekolah.

Kasus Covid-19 Di Indonesia

Hingga tanggal 25 Mei 2020, jumlah kasus virus Corona sudah mencapai 22.750 kasus. Hal tersebut mengakibatkan jumlah kematian sebanyak 1.391 orang, namun 5.642 orang dinyatakan sembuh.

Penerapan New Normal

Idealnya, new normal dapat diterapkan jika jumlah kasus yang terjadi, terus mengalami penurunan. Namun, di Indonesia masih terus mengalami jumlah kasus yang cukup banyak, yaitu berkisar antara 400 sampai 600 setiap hari.

Meskipun demikian, orang-orang dapat kembali bekerja, namun jumlah karyawan yang masuk tentunya akan dibatasi. Selain itu, orang-orang yang berusia di bawah 45 tahun diperbolehkan untuk bekerja di luar rumah, karena orang yang berusia 45 tahun ke atas adalah kelompok yang lebih rentan terhadap virus Corona.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui saat new normal diterapkan:Rajin mencuci tangan dengan sabun yang dilakukan setidaknya selama 20 detik.

  1. Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut jika tangan tidak bersih.
  2. Bawa hand sanitizer jika Anda bepergian ke suatu tempat.
  3. Gunakan masker ketika berada di luar rumah.
  4. Jika berkendara, pastikan untuk ikuti aturan yang diterapkan seperti membatasi jumlah penumpang.
  5. Tetap menjaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 meter.
  6. Jangan terlalu lama untuk melakukan aktivitas di luar rumah.
  7. Sediakan kebutuhan di rumah untuk jangka waktu satu minggu atau satu bulan untuk menghemat waktu di supermarket atau tempat-tempat yang menyediakan kebutuhan.
  8. Jika ingin berkumpul dengan teman, sebaiknya bersosialisasi secara online.
  9. Berolahraga secara teratur.
  10. Mengkonsumsi makanan yang sehat.
  11. Konsumsi obat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama pandemi berlangsung.

Di beberapa negara seperti Italia, Perancis, Australia, dan New Zealand sudah melonggarkan lockdown dimana sejumlah toko seperti kafe boleh dibuka kembali, namun masih tetap membatasi jumlah pengunjung.

Secara bertahap, aturan di negara-negara akan semakin dilonggarkan, jika penyebaran virus tidak terjadi secara masif.

Alasan Masih Adanya Pembatasan

Setiap orang perlu mematuhi aturan yang ada selama new normal berlangsung. Jika tidak, maka penyebaran virus Corona bisa semakin meningkat. Hal tersebut masih terjadi di Indonesia. Banyak warga yang masih nekat untuk keluar rumah karena tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, namun juga untuk merayakan Idul Fitri dengan mengadakan sholat di masjid.

Tidak hanya di Indonesia, Korea Selatan juga mengalami hal yang sama. Korea Selatan telah mencatat jumlah kasus Corona yang sangat kecil setiap hari, namun kembali menghadapi gelombang infeksi karena ramainya pengunjung di sebuah klub.

Korea Selatan mencatat adanya laporan kasus Covid-19, yang berasal dari klub di Itaewon, Seoul. Di klub tersebut, terdapat banyaknya jumlah pengunjung sehingga menyebabkan 162 orang terindikasi positif Covid-19.

Kesimpulan
Menerapkan new normal adalah cara baru untuk memulai hidup dengan adanya pandemi Covid-19. Namun, bukan berarti orang-orang bisa beraktivitas seenaknya di luar rumah, karena masih diterapkan pembatasan. New normal diperlukan untuk memulihkan ekonomi di Indonesia. Selain itu, belum semua sektor atau karyawan diizinkan untuk menjalani usaha.

Read More