dampak negatif debu vulkanik tagged posts

Setelah Gunung Meletus, Muncullah Debu Vulkanik yang Mengancam Kesehatan

bahaya debu vulkanik bagi kesehatan

Baru-baru ini Indonesia mengalami berbagai bencana alam, mulai dari banjir, longsor, hingga tsunami. Tsunami di akhir tahun 2018 silam terjadi karena adanya erupsi dari salah satu anak gunung paling aktif di dunia, yaitu Gunung Krakatau.

Erupsi gunung aktif bisa jadi efusif, di mana lava mulai mengalir atau meledak keluar – diikuti dengan lemparan batu, abu, dan gas. Dari sekian banyak material yang terlempar saat erupsi, debu vulkanik merupakan bagian yang paling sering terlempar jauh – dapat mencapai lebih dari 160 km – dan mengganggu kehidupan manusia.

Perlu disadari bahwa debu vulkanik mengandung beberapa senyawa berbahaya seperti CO (karbon monoksida), SO2 (sulfur dioksida), H2S (hidrogen sulfida), metana, dan lainnya. Secara umum, abu vulkanik ini bersifat iritan dan korosif, sehingga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti pada kulit, mata, otot, dan saluran pernapasan. Berikut beberapa poin penting untuk menjaga kesehatan anak dan keluarga Anda dari debu vulkanik.

Risiko Bahaya Lebih Tinggi pada Anak-anak

Menurut penelitian, semakin muda usia seseorang, semakin cepat juga kecepatan bernapas mereka. Beberapa alasannya adalah karena tingkat keaktifan yang lebih tinggi dan mempunyai proporsi ukuran paru terhadap tubuh yang lebih besar. Maka dari itu, anak-anak dikatakan lebih sensitif terhadap debu vulkanik dibandingkan orang dewasa.

Material debu yang masuk melalui saluran pernapasan dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan sehingga terjadi infeksi, yang dikenal dengan istilah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Gejala yang sering muncul adalah:

  • Bersin, pilek, beringus, dan sakit tenggorokan
  • Batuk kering, batuk dahak, mengi (napas berbunyi ngik-ngik)
  • Sakit dada atau sesak napas
  • Sakit kepala

Gangguan kesehatan dapat juga menjadi semakin parah apabila sebelumnya anak memiliki riwayat alergi saluran napas, bronkitis, asma, serta pada anak dengan gangguan jantung sejak lahir atau anak yang memiliki kelainan pada paru.

Hindari Dampak Negatif Debu Vulkanik dengan Cara Berikut

Mengingat jauhnya jarak terbang debu vulkanik, Anda dan keluarga mungkin harus mengungsi dari lingkungan yang terkena semburan debu. Jika mengungsi tidak dapat dilakukan, mungkin Anda harus melakukan beberapa hal ini agar tetap sehat:

  • Hindari menggunakan air dari sungai atau yang telah terbuka di luar rumah – debu bisa jadi telah mengontaminasi bagian tersebut.
  • Tutup ventilasi dan celah pintu, serta jendela untuk menghindari debu masuk ke rumah.
  • Jika Anda harus pergi ke luar, lindungi diri Anda dari debu yang jatuh. Kenakan masker yang menutupi hidung serta mulut dengan sempurna – seperti masker N95.
  • Hindari menyetir saat debu vulkanik banyak turun. Menyetir akan menyumbat mesin dan merusak kendaraan Anda.
  • Jika Anda memiliki masalah pernapasan, hindari kontak dengan debu. Tetaplah berada di dalam ruangan hingga badan pemerintahan menyatakan sudah aman untuk pergi ke luar.
  • Jangan naik ke atap untuk membersihkan debu, kecuali Anda pernah mengikuti pelatihan khusus. Jika Anda harus membersihkan debu, pastikan melakukannya dengan hati-hati karena debu dapat membuat permukaan atap menjadi licin.

Selain itu, pastikan Anda dan keluarga memberi pesan atau menggunakan media sosial untuk memberitahu bahwa Anda berada dalam kondisi baik-baik saja – sistem telepon mungkin akan sulit digunakan setelah bencana.

Read More