gangguan pendengaran tagged posts

Penjelasan Singkat Audiometri, Tes Fungsi Pendengaran

Menjadi salah satu pemeriksaan medis yang dianjurkan khususnya pada orang yang memiliki isu dengan fungsi pendengaran, yakni tes audiometri. Merupakan jenis pemeriksaan yang dilakukan guna mengevaluasi fungsi pendengaran dari seseorang yang bermasalah. Setidaknya terdapat dua hal yang bisa didapat oleh seseorang setelah melakukan pemeriksaan ini.

Mengetahui ambang batas pendengaran dan mendeteksi ada atau tidaknya gangguan pada telinga menjadi dua hal yang bisa didapat seseorang setelah melakukan tes ini. Risiko seseorang mengalami gangguan pendengaran lebih besar seiring bertambahnya umur. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adakah gangguan pada pendengaran atau tidak.

Pemeriksaan Audiometri

Pemeriksaan ini lebih dikhususkan pada orang yang sering mengeluh tentang masalah pendengaran, setelah itu bisa mengetahui kondisi guna menentukan pengobatan untuk mengatasi kondisi yang dialami. Proses mendengar muncul ketika gelombang suara dirambatkan dengan baik di dalam telinga.

Adanya proses pengubahan getaran gelombang suara yang menjadi sinyal saraf, kemudian diproses oleh otak sebagai suara. Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan proses ini terganggu, inilah yang disebut sebagai gangguan pendengaran. Seperti cacat bawaan lahir, penyakit infeksi pada telinga, gendang telinga pecah, efek samping obat tertentu hingga penumpukan kotoran.

Selain itu, muncul proses penuaan dan cedera kepala serta telinga bisa menjadi penyebab munculnya gangguan pendengaran. Paparan suara yang terlalu keras di telinga juga bisa menjadi pemicu dari munculnya gangguan pendengaran yang bisa bersifat sementara atau permanen serta secara bertahap seiring bertambah usia.

Beberapa gejala yang menunjukkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan ini, mulai dari telinga berdenging, kesulitan mendengar ucapan orang lain dengan jelas hingga harus menonton televisi dan mendengar musik dengan keras. Seseorang yang mengalami gejala gangguan pendengaran harus lebih berkonsentrasi ketika mendengar apa yang orang lain katakan.

Kapan Dilakukan Pemeriksaan

Proses pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan sebuah mesin bernama audiometer, nantinya mesin tersebut akan menghasilkan suara dengan volume dan frekuensi yang berbeda. Pasien akan diminta untuk mendengarkan beragam suara yang ada pada mesin dan menentukan rentan kemampuan pendengaran masing-masing telinga.

Kapan pemeriksaan ini dilakukan, setelah dokter menyarankan atau memberi rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan. Biasanya pasien yang menjalani pemeriksaan ini sebelumnya telah merasakan dan mengeluhkan gangguan pada pendengaran yang menyebabkan rasa tidak nyaman, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, berikut ini beberapa kondisi yang perlu diwaspadai.

  • Mengalami dan merasakan penurunan kualitas dari indra pendengaran.
  • Muncul perasaan tidak nyaman dan telinga seperti penuh, bisa salah satunya hingga dua-duanya.
  • Merasakan telinga sering berbunyi dengung atau tinnitus yang mengganggu pendengaran.
  • Gangguan keseimbangan karena terpapar suara bising yang menyebabkan rasa tidak nyaman.
  • Muncul cairan dari dalam telinga tanpa sebab yang kelas dan memiliki riwayat sakit telinga.

Pemeriksaan audiometri setidaknya membantu mengetahui seseorang apakah memilik gangguan pendengaran yang diakibatkan kerusakan saraf dan gangguan pendengaran konduktif. Gangguan pendengaran konduktif ini merupakan kerusakan pada gendang telinga. Proses melakukan pemeriksaan ini tidak membutuhkan waktu lama dan tidak memunculkan rasa sakit.

Setelah melakukan tes ini, pasien akan menjalani tes pengenalan kata yang fungsinya untuk menilai kemampuan seseorang untuk memahami ucapan dari kebisingan latar belakang. Jika pengenalan ucapan seseorang buruk, maka akan terdengar kacau. Tes Pengenalan ini bisa membantu seseorang memprediksi kegunaan alat bantu dengar yang dipakai olehnya.

Read More