Gaya hidup sehat tagged posts

Jenis Vegetarian dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

jenis vegetarian dan manfaatnya bagi tubuh

Diet vegetarian merupakan jenis diet yang menghindari konsumsi daging, ikan, dan unggas. Biasanya orang-orang melakukan diet jenis vegetarian karena alasan pribadi ataupun keyakinan tertentu. Selain itu, masalah kode etis, misalnya hak-hak hidup hewan, juga menjadi dasar mengapa diet ini semakin populer belakangan ini. Ada banyak pula dari mereka yang melakukan diet vegetarian karena alasan-alasan lingkungan. Misalnya, karena produksi hewan ternak meningkatkan emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama perubahan iklim serta membutuhkan air, energi, dan sumber-sumber alami dalam jumlah yang banyak. 

Ada beberapa jenis vegetarian, masing-masing berbeda pada batasan apa saja yang dapat dikonsumsi dan apa yang wajib dihindari. Beberapa jenis vegetarian yang umum dijumpai adalah:

  • Lacto-ovo vegetarian. Orang-orang yang mengikuti jenis vegetarian ini tidak mengonsumsi daging, ikan, dan unggas, namun masih tetap makan telur dan produk-produk susu. 
  • Lacto-vegetarian. Tidak mengonsumsi daging, ikan, unggas, dan telur, namun membolehkan konsumsi produk susu.
  • Ovo-vegetarian. Tidak makan daging, ikan, unggas, dan produk susu, namun membolehkan konsumsi telur. 
  • Pescetarian. Tidak mengonsumsi daging dan unggas, namun membolehkan konsumsi ikan, telur, dan produk susu. 
  • Vegan. Tidak mengonsumsi daging, ikan, unggas, telur, produk susu dan produk-produk hewan lain seperti madu. 
  • Flexitarian. Sering mengonsumsi diet vegetarian namun terkadang masih mengonsumsi daging, ikan, dan unggas. 

Manfaat kesehatan menjadi seorang vegetarian

Jenis vegetarian di atas dihubungkan dengan beberapa manfaat kesehatan. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa vegetarian memiliki kualitas diet yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi daging, seperti asupan nutrisi penting seperti serat, vitamin C, E, dan magnesium yang lebih tinggi. Beberapa manfaat kesehatan tersebut di antaranya adalah:

  • Membantu mengurangi berat badan

Berganti ke diet jenis vegetarian dapat menjadi strategi yang efektif apabila Anda ingin mencoba menurunkan berat badan. Sebuah review pada 12 penelitian menunjukkan bahwa vegetarian bisa turun berat badan seberat 2 kg dalam 18 minggu, dibandingkan dengan non-vegetarian. 

  • Mengurangi risiko penyakit kanker

Manfaat diet jenis vegetarian lain adalah kemampuannya dalam mengurangi risiko penyakit kanker. Banyak penelitian mendukung klaim ini. Risiko kanker berbahaya seperti kanker payudara, usus, lambung, dan dubur berkurang pada mereka yang mengikuti diet ini. Akan tetapi, penelitian baru-baru ini tersebut hanya sebatas studi observasi, yang tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibat. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk memahami bagaimana vegetarianisme memberikan dampak pada risiko kanker. 

  • Menstabilkan gula darah

Beberapa studi mengindikasikan bahwa diet jenis vegetarian dapat membantu menjaga kadar gula darah yang sehat. Misalnya, dalam satu review dari 6 studi menunjukkan bahwa vegetarianisme dapat meningkatkan pengaturan gula darah pada orang-orang yang menderita diabetes tipe 2. Diet vegetarian juga dapat mencegah diabetes dengan menstabilkan kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama. 

  • Meningkatkan kesehatan jantung

Diet jenis vegetarian dapat mengurangi faktor risiko beberapa penyakit jantung untuk membantu jantung tetap sehat dan kuat. Sebuah studi yang dilakukan pada 76 orang yang mencoba diet vegetarian menemukan bahwa mereka dapat menurunkan kadar triglycerides, kolesterol total, dan kolesterol LDL jahat, semuanya, apabila dalam kadar yang tinggi, merupakan faktor risiko penyakit jantung. 

Makanan jenis vegetarian terdiri dari campuran antara sayur, buah, gandum, lemak dan protein sehat. Untuk mengganti protein dari daging, Anda bisa mengonsumsi tanaman yang kaya protein seperti kacang, tempe, tahu, polong-polongan, dan biji-bijian.

Read More

Ingin Pertahankan Gaya Hidup Sehat? Ini Kuncinya

gaya hidup sehat

Tidak peduli apapun tujuan Anda memilih gaya hidup sehat –menurunkan berat badan, menghilangkan stres dan sebagainya, mempertahankannya sama sekali bukanlah hal yang mudah. Penelitian  menunjukkan bahwa hanya belajar tentang nilai perubahan gaya hidup tidak cukup untuk membuat seseorang mempertahankan tujuan awal mereka. Lantas bagaimana caranya?

Hadiah untuk Diri Sendiri dan Pengaruhnya bagi Anda

Meskipun semakin banyak bukti tentang bagaimana sistem berbasis hadiah dapat membuat seseorang mau menerapkan gaya hidup sehat, kebanyakan cara itu tidak efektif. Studi-studi ini umumnya berfokus pada satu jenis hadiah. Memiliki pemahaman tentang kategori penghargaan lainnya dapat memberikan motivasi tambahan untuk mempertahankan perubahan yang Anda inginkan.

Ada dua jenis hadiah yang bisa Anda dapatkan: hedonia dan eudaimonia. Hedonia (H-rewards) termasuk kesenangan yang dangkal seperti penurunan berat badan, merasa tampil lebih baik, dan penerimaan oleh orang lain. Penghargaan ini lebih konkret dan sering berumur pendek.

Eudaimonia (E-rewards), di sisi lain, mengacu pada rasa makna dan tujuan yang berkontribusi terhadap kesejahteraan secara keseluruhan. Menghubungkan tujuan gaya hidup Anda ke E-rewards dapat membantu memotivasi Anda lebih baik lagi.

Apa Saja yang Bisa Menjadi E-Rewards?

Agar tetap termotivasi, tanyakan kepada diri Anda sendiri bagaimana Anda akan meningkatkan keinginan dan tujuan Anda. Ini bisa menjadi motivator yang kuat untuk mencapai tujuan Anda. Berikut ini adalah contoh dari orang-orang dengan E-reward yang kuat yang memotivasi setiap keputusan yang mereka ambil:

  • Seorang mahasiswa tingkat dua yang terobsesi dengan pizza dan bir mulai makan dan minum dengan sehat ketika dia menyadari bahwa karirnya di jurnalisme penyiaran menuntut penampilan tubuh yang bagus
  • Seseorang kakek yang rajin ke tempat fitnes agar terus sehat dan bisa berkumpul dengan cucu-cucunya

Itu hanya sebagian kecil dari orang-orang yang sukses menggunakan E-rewards yang ada untuk memotivasi diri mencapai tujuannya.

Konsep E-rewards dapat ditelusuri kembali ke pemikiran Aristoteles  yang percaya bahwa tingkat tertinggi dari kebaikan manusia bukanlah tentang memuaskan selera seseorang, tetapi tentang berusaha untuk mengekspresikan yang terbaik yang ada dalam diri kita. Ini hanya bisa benar-benar dicapai dengan realisasi diri, proses berkelanjutan yang terlihat berbeda untuk setiap orang, tergantung pada bakat dan disposisi uniknya.

Sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, tujuan utama yang terpenting dari semua manusia yang hidup adalah perasaan sejahtera. Ini  yang harus menjadi fokus utama jika kita ingin mencapai tujuan-tujuan yang terkait dengan kesehatan kita. Untuk benar-benar merasakan E-reward, Anda harus merasa berkembang dalam hidup. Dalam keadaan inilah, Anda cenderung termotivasi untuk mencapai tujuan termasuk mempertahankan gaya hidup sehat yang dijalani.

Kita cenderung berfokus pada H-rewards untuk memotivasi diri sendiri dalam mencapai sebuah. Tetapi E-rewards mungkin menawarkan fokus tambahan untuk mempertahankan motivasi Anda untuk perubahan gaya hidup yang Anda inginkan.

Read More