masalah infertilitas tagged posts

Transplantasi Rahim

Transplantasi rahim merupakan prosedur medis yang melibatkan penggantian rahim yang bermasalah dengan rahim yang sehat dari pendonor. Prosedur tersebut bertujuan agar seseorang memiliki keturunan.

Transplantasi rahim pertama kali dicapai di Swedia pada tahun 2014. Sejak saat itu, prosedur medis tersebut diterapkan di sejumlah negara. Meskipun dapat memberikan manfaat bagi pasien, pasien juga perlu perhatikan bahwa transplantasi rahim juga dapat menimbulkan berbagai risiko pada tubuh.

Mengapa Perlu Melakukan Transplantasi Rahim?

Transplantasi rahim merupakan prosedur yang dapat dilakukan jika seorang wanita mengalami absolute uterine factor infertility (AUFI). AUFI merupakan kelainan yang langka dimana seorang wanita tidak dapat memiliki anak. Seseorang yang tidak dapat memiliki anak bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Tidak memiliki rahim sejak lahir.
  • Memiliki rahim yang tidak berfungsi dengan baik.
  • Tidak memiliki rahim karena telah diangkat melalui operasi.

Selain faktor di atas, wanita yang tidak dapat memiliki anak juga dipengaruhi oleh adanya faktor keturunan berupa sindrom Mayer-Rokitansky-K├╝ster-Hauser (MRKH). Seseorang yang mengalami sindrom MRKH tidak memiliki rahim dan vagina. Mereka bisa saja memiliki kedua organ tersebut, namun kedua organ tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik.

Selain sindrom MRKH, ada berbagai kondisi medis lainnya yang dapat menyebabkan seseorang mengalami AUFI. Kondisi medis tersebut dapat menyebabkan gangguan pada proses implantasi yang melibatkan proses pemasangan embrio ke dinding rahim. Contoh kondisi medis yang dapat menimbulkan masalah tersebut adalah sindrom Asherman, adenomiosis, dan radiasi.

Persiapan Sebelum Melakukan Transplantasi Rahim

Jika Anda tidak bisa memiliki anak dan ingin melakukan transplantasi rahim, Anda akan diberikan petunjuk dan prosedur terlebih dahulu tentang transplantasi rahim. Selain itu, Anda perlu menandatangani formulir persetujuan atas prosedur tersebut.

Prosedur Transplantasi Rahim

Untuk melakukan prosedur transplantasi rahim, ada 5 tahap yang akan dilalui pasien, antara lain:

  • Tahap 1: In vitro fertilization

Tahap pertama dilakukan dengan memberikan pasien obat untuk meningkatkan kesuburan sehingga sel telur dihasilkan ovarium dan dibuahi pada bagian luar tubuh. Tahap ini juga akan membekukan sel embrio.

  • Tahap 2: Transplantasi rahim

Tahap kedua melibatkan pengangkatan rahim dan serviks pendonor yang akan ditanamkan ke dalam tubuh pasien.

  • Tahap 3: Pemulihan

Tahap ketiga merupakan proses pemulihan dimana pasien mengkonsumsi obat imunosupresan supaya rahim yang dipindahkan tidak diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya.

  • Tahap 4: Implantasi

Tahap keempat melibatkan embrio yang akan dimasukkan ke dalam rahim minimal satu bulan setelah transplantasi rahim.

  • Tahap 5: Kehamilan

Tahap kelima menentukan apakah pasien akan hamil atau tidak melalui proses implantasi. Meskipun demikian, dokter akan terus memantau perkembangan kehamilan pasien supaya bayi lahir dengan durasi kehamilan yang cukup.

Risiko Setelah Melakukan Transplantasi Rahim

Selama transplantasi rahim berlangsung, pasien diminta untuk mengkonsumsi obat imunosupresan. Meskipun obat tersebut dapat mencegah sistem kekebalan tubuh supaya tidak menyerang organ transplantasi yang dianggap sebagai benda asing, obat tersebut juga dapat menyebabkan risiko kehamilan berupa kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan cacat janin.

Selain risiko yang berkaitan dengan kehamilan, transplantasi rahim juga dapat menyebabkan risiko lain berupa perdarahan yang besar sehingga perlu menggunakan transfusi darah, infeksi, dan organ transplantasi yang tidak sesuai dengan tubuh penerima atau pasien.

Kesimpulan

Transplantasi rahim merupakan prosedur medis yang perlu ditangani dengan serius, karena bisa menimbulkan risiko bagi penerima organ transplantasi. Oleh karena itu, sebelum Anda melakukan transplantasi rahim, Anda sebaiknya konsultasikan persoalan tersebut dengan dokter. Dokter dapat menentukan pilihan yang tepat untuk Anda jika ingin memiliki anak.

Read More