terapi mata minus tagged posts

Jenis Rabun Jauh dan Terapi Mata Minus

Rabun jauh, atau dikenal juga dengan istilah myopia atau mata minus, adalah kondisi gangguan penglihatan yang umum ditemukan. Kondisi ini membuat melihat obyek di kejauhan menjadi lebih sulit, dengan benda-benda yang ada di dekat Anda terlihat normal. Perawatan untuk kondisi ini selain memakai lensa korektif seperti lensa kontak atau kacamata, adalah dengan melakukan operasi laser dan terapi mata minus.

Jenis-jenis rabun jauh

Sebelum melakukan terapi mata minus atau perawatan jenis lain, dokter perlu mengetahui jenis myopia Anda. Pada dasarnya, myopia merupakan sebuah kesalah refraktif, dalam arti mata tidak dapat membengkokkan cahaya dengan baik. Mata Anda tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk dengan ebnar, sehingga benda-benda di kejauhan akan terlihat kabur atau tidak jelas. Rabun jauh merupakan sebuah kondisi yang umum terjadi. Di Amerika Serikat sendiri, menurut Asosiasi Optometrik Amerika, terdapat sekitar 30% penduduknya yang memiliki mata minus. Ada beberapa jenis myopia yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Myopia simpel

Dalam rabun jauh jenis ini, mata Anda masih sehat. Sebagai bentuk perawatannya, Anda hanya perlu memakai kacamata atau lensa kontak untuk mengatasi gangguan penglihatan yang Anda miliki.

  • Myopia tinggi

Rabun jauh jenis ini merupakan bentuk myopia yang lebih parah. Kondisi ini terjadi ketika seseorang memiliki rabun jauh sejak usia dini dan bertambah parah saat mereka mulai beranjak dewasa. Myopia tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kondisi mata tertentu lain, seperti glaukoma dan katarak.

  • Myopia pathological

Orang-orang dengan rabun jauh pathological atau degenerative memiliki kondisi gangguan mata tambahan. Mata juga memiliki masalah yang dapat memengaruhi retina seperti degenerasi lattice (sejenis penipisan retina), retinal atrophy (beberapa bagian retina sudah tidak dapat bekerja lagi), dan bintik Forster-Fuchs (jenis luka pada retina yang dapat menyebabkan titik kebutaan). Myopia pathological juga dapat menyebabkan hilangnya kemampuan melihat yang kaca mata, lensa kontak, ataupun terapi mata minus tidak dapat perbaiki.

Penyebab dan faktor risiko

Myopia terjadi ketika bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung. Hal ini menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata akan berhenti di depan retina, alih-alih pada retina. Retina menggunakan cahaya untuk membentuk gambar yang kemudian akan dikirim ke otak. Ketika cahaya tidak dapat fokus dengan baik pada retina, gambar yang diciptakan akan tampak buram atau kabur.

Meskipun para ilmuan belum tahu dengan benar penyebab pasti myopia, ada banyak faktor (misalnya faktor genetik) yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk menderita rabun jauh. Misalnya saja, anak-anak dengan orangtua yang memiliki myopia akan memiliki risiko yang lebih tinggi menderita mata minus. Selain itu, faktor gaya hidup seperti anak-anak yang jarang menghabiskan waktu di luar ruangan dan lebih sering bermain laptop atau smartphone memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dalam menderita myopia. Para peneliti juga menemukan kemungkinan adanya hubungan dengan meningkatnya intelijen dan risiko myopia, meskipun kesimpulan atau penyebnya masih belum diketahui.

Meskipun rabun jauh akan mulai berkembang saat pada masa kanak-kanak, kondisi ini dapat muncul pada orang dewasa sebagai akibat adanya tegangan visual saat seseorang menggunakan mekanisme fokus mata secara berlebih. Sebagai bentuk perawatannya, myopia dapat diatasi dengan operasi, orthokeratology (salah satu bentuk terapi mata minus), dan penggunaan kacamata serta lensa kontak.

Read More